Etude

Ruang Terbuka Hijau

Adaptasi Konsep Garden City di Indonesia

Dalam praktiknya, kegiatan merancang yang dilakukan oleh arsitek senantiasa dipertemukan dengan ketentuan setempat yang berlaku pada saat itu. Hal tersebut terkadang dapat dipandang sebagai batasan oleh sebagian orang. Namun, apabila dilihat dalam konteks yang lebih luas, hal tersebut akan mampu berperan sebagai pedoman dalam mewujudkan pembangunan yang lebih baik.

Ketentuan yang berlaku tidak melulu mengatur rancangan sebuah bangunan yang terdapat pada kawasan tertentu, melainkan juga terhadap rancangan arsitektur lainnya dan dalam konteks yang lebih sempit atau bahkan lebih luas. Salah satu contohnya ialah mengenai ruang terbuka hijau (RTH) dalam konteks pembangunan wilayah kota.

Ruang terbuka hijau adalah area memanjang/jalur dan/atau mengelompok, yang penggunaannya lebih bersifat terbuka, tempat tumbuh tanaman, baik yang tumbuh secara alamiah maupun yang sengaja ditanam.

Secara garis besar, hal-hal mengenai pengadaan RTH pada setiap kota di Indonesia telah diatur dalam Undang-Undang RI No. 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Berdasarkan peraturan tersebut, setiap kota wajib mengalokasikan sebagian wilayahnya sebagai RTH. Proporsi RTH pada wilayah kota yaitu paling sedikit tiga puluh persen dari luas wilayah kota tersebut yang kemudian diatur lebih lanjut dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Kota.

Tahukah kamu? Konsep pengadaan RTH di Indonesia tersebut merupakan adaptasi dari penerapan konsep garden city yang biasa diterapkan oleh negara-negara maju.

Apa itu garden city?

Garden city adalah sebuah konsep perencanaan suatu kawasan dengan mengedepankan aspek lingkungan dan mengintegrasikannya ke dalam pusat-pusat aktivitas. Konsep garden city memadukan kawasan permukiman, kawasan industri, dan kawasan pertanian melalui sistem zonasi yang diterapkannya.

Bagaimana sistem zonasi khas garden city?

Pada kawasan dengan konsep garden city terdapat lingkaran pusat berupa taman kota atau central park yang dikelilingi bangunan-bangunan publik (seperti: sekolah, aula, perpustakaan, teater, museum, rumah sakit, dll.).

Di sekitar bangunan-bangunan publik tersebut dibangun area parkir bagi orang-orang yang menggunakan fasilitas taman kota ataupun bangunan-bangunan publik di sekelilingnya.

Di sekeliling bangunan-bangunan tadi terdapat cincin crystal palace dengan kelompok rumah di bagian luarnya. Rumah-rumah tersebut menghadap ke arah jalan yang berukuran lebar dan ditumbuhi pepohonan di sepanjang tepinya.

Terdapat grand avenue yang membentuk dua sabuk hijau dalam kawasan tersebut.

Daerah industri dengan banyak perusahaan dikelompokkan dalam suatu zona industri yang diletakkan pada daerah pinggiran. Semua fasilitas ini menghadap jalan kereta api yang melingkari seluruh kawasan.

Daerah pertanian yang cukup besar berdampingan dengan daerah industri mengelilingi kawasan tersebut.

Konsep garden city pertama kali dikenalkan oleh Ebenezer Howard pada tata ruang Kota Letchworth, Inggris. Di Indonesia, konsep garden city dapat dijumpai pada tata ruang Kawasan Kotabaru, Yogyakarta yang dirancang pada saat pemerintahan Kolonial Belanda.

Dengan adanya konsep garden city di Kawasan Kotabaru, apakah Kota Yogyakarta telah memenuhi ketentuan ruang terbuka hijau yang berlaku saat ini?

(DSE)

Referensi:

Pradana, Fandi dkk. 2015. Garden City Concept.

Prastowo, Hery. Garden City dan Konsep Pembangunan Kota Ideal.

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang.

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed