Etude

Museum Tsunami

Tanggal 26 Desember 2004 menjadi hari yang bersejarah bagi sebagian besar orang. Hari di mana rakyat Aceh kehilangan orang-orang yang disayangi. Hari di mana seluruh rakyat Indonesia, bahkan seluruh dunia, meramaikan langit dengan doa-doa untuk para korban. Kala itu, gempa 9,3 skala richter memicu tsunami setinggi 20 meter menerjang wilayah Aceh tak terkecuali.

Dalam rangka mengenang jiwa-jiwa yang telah lalu dalam momen tersebut, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Aceh-Nias mengadakan sayembara rancangan Museum Tsunami Aceh. Sayembara tersebut kemudian dimenangkan oleh arsitek Ridwan Kamil. Museum penuh makna ini menguras banyak air mata, tak terkecuali Ridwan Kamil sendiri. Emang seperti apa sih dalamnya?

  • Space of Fear

Begitu memasuki museum, pengujung disajikan lorong sempit nan gelap. Di sampingnya hanya ada dinding yang dialiri air dengan variasi ketinggian sekitar 19-23 meter, merepresentasikan gelombang tsunami kala itu. Diiringi suara gemuruh air dan percikan air yang mengenai tubuh pengunjung. Ruangan ini mengajak pengunjung untuk merasakan ketakutan yang dialami oleh para korban saat tsunami datang.

  • Space of Memory

Setelah dibuat merinding, tibalah pengunjung di memorial hall, sebuah ruangan untuk mengenang kejadian lima belas tahun silam tersebut. Disediakan 26 monitor, sesuai dengan tanggal kejadian, sebagai sarana pengunjung melihat dokumentasi setiap kejadian yang ada di monitor tersebut. Sumber cahaya ruangan ini berasal dari pantulan kolam yang berada di pelataran gedung.

  • Space of Sorrow

Disebut juga sebagai Sumur Doa atau Light of God. Bentuk ruangan menyerupai cerobong setinggi tiga puluh meter dengan satu-satunya sumber cahaya terdapat di puncak cerobong yang terdapat ukiran lafadz Allah. Ruangan ini menggambarkan bahwa hanya Tuhan satu-satunya penolong manusia di segala kondisi. Ditampilkan pula ukiran dua ribu nama korban tsunami yang hanya sepersekian kecil dari jumlah korban sesungguhnya. Pengunjung diajak untuk kembali memanjatkan doa bagi para korban tsunami.

  • Space of Confused

Sesuai dengan namanya, Ruang Kebingungan ini menuntun pengunjung berjalan di lorong dengan lantai yang bergelombang. Para pengunjung berpegangan pada besi sepanjang dinding untuk menyeimbangkan diri saat berjalan. Ruangan ini merepresentasikan para korban yang kebingungan mencari jalan keluar, mencari sanak keluarga yang hilang, harta benda, dan segalanya.

  • Bridge of Hope

Inilah akhir dari kepedihan, menuju cahaya kebahagiaan. Pengunjung menuju jembatan yang terbuat dari material kayu dan terbentang di atas kolam. Panjangnya mencapai lima belas meter. Terpampang pula bendera 55 negara yang turut membantu warga Aceh pasca tsunami.

Sebagai Bangunan Mitigasi Bencana

Museum Tsunami Aceh didesain khusus agar bisa dijadikan sebagai tempat mengamankan diri saat ancaman tsunami datang. Tak heran jika museum ini juga sering disebut dengan Rumoh Aceh Escape Hill. Di area dekat museum dibangun taman berbentuk bukit yang diharapkan bisa mencegah gelombang air laut masuk ke dalam museum. Atap museum juga sengaja dibuat landai agar nantinya bisa menampung para penduduk.

Eksterior Bangunan

Bangunan museum mengambil bentuk dari Rumoh Aceh, yaitu rumah tradisional Aceh. Dapat dilihat dari lantai satu bangunan yang dibiarkan terbuka menyerupai rumah panggung dan jalan masuknya air.

Fasad bangunan dihiasi ukiran adopsi dari Tari Saman, tarian kebanggaan rakyat Aceh.

Dua makna filosofis bangunan terdapat pada bentuknya. Apabila dilihat dari atas, bentuknya menyerupai pusaran gelombang tsunami. Namun, apabila dilihat dari samping, bangunan menyerupai kapal penyelamat dengan geladak yang luas.

Orientasi bangunannya pun tak lepas dari makna yang dalam. Bagian vertikal, yakni mengarah ke arah langit, dari bangunan museum ini merujuk pada habluminallah, yaitu hubungan dengan Allah. Sedangkan bagian horizontal bangunan, yakni mengarah ke samping dan meluas, menggambarkan hablumminannas, yaitu hubungan dengan manusia.

Arsitektur memang tidak hanya sekedar ilmu merancang bangunan secara estetika, namun juga memerhatikan fungsi serta pesan apa yang ingin disampaikan, baik pengalaman ruang, maupun filosofi dari bentuk bangunan itu sendiri.

(SSS)

Referensi:

Admin. 2018. Arsitek Museum Tsunami Aceh, Ridwan Kamil.

https://tementravel.id/arsitek-museum-tsunami-aceh-ridwan-kamil (diakses pada 18 Juni 2019)

Admin. 2019. Profil Ridwan Kamil.

https://www.viva.co.id/siapa/read/196-ridwan-kamil (diakses pada 18 Juni 2019)

Setiadi, Agus. 2015. Cerita Ridwan Kamil Desain Museum Tsunami Aceh dengan Tumpahan Air Mata.

https://news.detik.com/berita/d-3104611/cerita-ridwan-kamil-desain-museum-tsunami-aceh-dengan-tumpahan-air-mata (diakses pada 18 Juni 2019)

Widiarti, Reni. 2015. Penerapan Arsitektur Tradisional Aceh Pada Museum Tsunami Aceh.

https://www.scribd.com/document/360877467/123dok-penerapan-arsitektur-tradisional-aceh-pada-museum-tsunami-aceh-pdf (diakses pada 18 Juni 2019)

Wink. 2017. Biografi Ridwan Kamil.

https://www.biografiku.com/biografi-ridwan-kamil-profil-beserta-biodata-lengkap/ (diakses pada 18 Juni 2019)

Sumber Gambar

http://www.rahjaroe.com/wp-content/uploads/2015/12/museum-tsunami-1.jpg

https://scontent-yyz1-1.cdninstagram.com/vp/01f9b6113c4eb7a70cb9057ea7cec057/5D704F9D/t51.2885-15/e35/14288187_1703154100009856_6309743927796695040_n.jpg?_nc_ht=scontent-yyz1-1.cdninstagram.com

http://3.bp.blogspot.com/-DS_T68XgPas/USXiZWef_6I/AAAAAAAAAEY/yrCExbFVsAM/s1600/Museum+Tsunami+Aceh+2012.jpg

https://phinemo.com/wp-content/uploads/2018/01/13126825_996450427090723_1021047007_n.jpg

https://wisato.id/wp-content/uploads/2019/04/space-of-fear.jpg

https://www.thejakartapost.com/files/images2/151228_tsunami.jpg

https://encrypted-tbn0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQqE9fJSISSqeoExhLSMwrBfXBeo8s04o6jdfCJ6D4KhDxVMu31https://scontent-lga3-1.cdninstagram.com/vp/d51c25af5bc06557bc2f4f73a0eb8ad0/5D82FBDC/t51.2885-15/e35/57049196_2363947970504194_8588101137801909614_n.jpg?_nc_ht=scontent-lga3-1.cdninstagram.com

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed