Etude

Desain Arsitektur Biomimikri: Aplikasi Strategi Alam ke dalam Desain Bangunan

“Nature and natural processes are the guiding principles or the main metaphors of the design approach.”

– Frank Lloyd Wright

Bangunan diciptakan untuk melindungi penggunanya dari bahaya yang berasal dari alam. Dengan demikian, dalam mendesain sebuah bangunan, penting untuk banyak belajar dari alam.

Mengapa penting untuk belajar dari alam?

Alam memberikan contoh yang efisien dalam upaya bertahan hidup. Cara alam mengatasi permasalahan sangat berbeda dari cara alat buatan manusia.

Desain buatan manusia cenderung berupa penambahan. Manusia cenderung menggunakan lebih banyak material dan energi untuk memicu suatu reaksi.

Berbeda dengan desain buatan manusia, alam menggunakan keunggulan suatu bentuk geometri yang unik dan kualitas material sesuai dengan permasalahan yang dihadapinya.

Apa itu desain arsitektur biomimikri?

Istilah biomimikri berasal dari bahasa latin bios, yang berarti kehidupan, dan mimesis, yang berarti meniru. Penggabungan makna istilah tersebut dengan desain arsitektur melahirkan konsep desain arsitektur biomimikri.

Desain arsitektur biomimikri (biomimicry architecture) adalah desain yang mengadopsi strategi alam, bukan bentuknya, dalam mewujudkan keberlanjutan desain tersebut.


Sumber gambar: https://biomimicry.org/wp-content/uploads/2014/07/TermiteMound_Full22.jpg
Struktur sarang rayap bagian atas memfasilitasi proses pertukaran udara pada struktur bagian bawah melalui aliran udara internal yang didukung panas matahari.

Sumber gambar: https://1d59b73swr1f1swu2v451xcx-wpengine.netdna-ssl.com/wp-content/uploads/idea/373ec79cd6dba791bc00ed32203706a1/eastgatecc_by_bschwann.jpg
Desain bangunan The Eastgate Centre di Harare, Zimbabwe (arsitek: Mick Pearce) terinspirasi oleh sarang rayap. Bangunan tersebut memiliki sistem kontrol iklim internal dengan sistem aliran udara internal pasif.

Bagaimana caranya mendesain dengan konsep arsitektur biomimikri?

Carl Hastrick telah mengembangkan langkah-langkah dasar dalam menjadikan strategi alam sebagai dasar konsep sebuah desain. Langkah-langkah tersebut antara lain:

  • Identify, mendata fungsi apa saja yang akan diwujudkan oleh desain nantinya;
  • Translate, menerjemahkan fungsi tadi ke dalam istilah biologi: bagaimana alam melakukan suatu fungsi;
  • Discover, menentukan elemen alam apa yang menjadi solusi dari tantangan yang dihadapi oleh desain tersebut;
  • Abstract, mereinterpretasi strategi yang telah ditentukan ke dalam istilah arsitektural;
  • Emulate, mewujudkan desain berdasarkan strategi yang telah ditentukan; dan
  • Evaluate, mengevaluasi desain apakah telah mewujudkan fungsi yang diharapkan dan tetap sesuai dengan elemen alam yang ditentukan. (DSE)

Referensi:

Arch2O. How Biomimicry Enhances Creativity in Architecture.

https://www.arch2o.com/biomimicry-enhances-architecture/amp/ (diakses pada 22 Maret 2019)

Biomimicry Institute. Solutions to global challenges are all around us.

https://biomimicry.org/biomimicry-examples/ (diakses pada 22 Maret 2019)

Michaelseni, Macrotermes. 2018. Mound facilitates gas exchange.

https://asknature.org/strategy/mound-facilitates-gas-exchange/#.XJX6mygzZPZ (diakses pada 23 Maret 2019)

Mortize, Zach. 2016. Nature Does It Better: Biomimicry in Architecture and Engineering.

https://www.autodesk.com/redshift/biomimicry-in-architecture/ (diakses pada 22 Maret 2019)

Pearce, Mick. 2016. Eastgate Centre.

https://asknature.org/idea/eastgate-centre/#.XJZbHCgzZPY (diakses pada 23 Maret 2019)

Link video: https://youtu.be/Ygk8dqwOMZw

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed