Etude

Architect as a Scientist

“Architecture has a traditional understanding of itself as existing at the crossroads of multiple discipline.”

– Salomon, 2012

Arsitek dalam merancang mempunyai kemiripan dengan bagaimana seorang ilmuwan meneliti. Hal tersebut tercermin dalam proses “metodologi program penelitian” dengan tahapan antara lain:

  • saat merancang tidak bertitik tolak pada teori tertentu tetapi pada keyakinan masing-masing dan berspekulasi terlebih dulu;
  • merancang tidak ada standar bakunya, setiap arsitek memiliki cara masing-masing. Hard core setiap arsitek berbeda-beda;
  • terdapat proses falsifikasi dalam arsitektur (berupa kritik);
  • terapat upaya penyempurnaan diri dengan mengacu pada teori atau pernyataan yang lain; dan
  • positif heuristik dilakukan dengan perbandingan karya arsitek lain: buku, majalah, atau studi terhadap proyek sejenis.

Desain didasarkan pada teori tentang bagaimana orang berperilaku dan apa yang dibutuhkan organisasi, keluarga, dan individu secara spasial. Teori-teori ini diajarkan di sekolah-sekolah arsitektur dan dikembangkan melalui studi historis tentang jenis bangunan dan tata letaknya serta penelitian empiris tentang bagaimana orang menggunakan bangunan. Namun jauh sebelum semua itu, seorang arsitek akan berangkat dari spekulasi-spekulasi pribadi yang tertuang dalam sketsa gagasan dan model maket saat memulai proses perancangan. Selanjutnya, mereka mencari dalih yang dapat membenarkan pilihan spekulasi sebelumnya. Ketika membuat prarancangan beberapa kasus menemukan bahwa spekulasi awal boleh jadi keliru, namun arsitek tidak akan membuangnya begitu saja. Kebanyakan dari mereka mencari alternatif sintesis atau mencari alternatif lain sebagai pelengkapnya.

“The function of the architect is, above all, to know the way people live in their homes and try to study the technical means to solve the difficulties that upset the lives of thousands of people.”

– Lina Bo Bardi, 1994

(FH)

Referensi:

Wahid, J., & Alamsyah, B. 2013. Teori Arsitektur: Suatu Kajian Perbedaan Pemahaman Teori Barat dan Timur. Yogyakarta: Graha Ilmu.

Wood, A. 2015. Architecture as a Social Science?Architecture and Education: https://architectureandeducation.org/2015/10/27/architecture-as-a-social-science/ (diakses pada 21 Maret 2019)

Add comment

Follow us

Don't be shy, get in touch. We love meeting interesting people and making new friends.

Most popular

Most discussed